Seminar Hari Air Sedunia

Kategori : Berita Kegiatan Senin, 09 Mei 2016

Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, Dinas Pengairan Aceh bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera I dan Dewan Sumber Daya Air Aceh melaksanakan seminar tentang air, yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa (28/4/2015). Peringatan Hari Air sedunia ini memilih tema ‘Air dan Pembangunan Berkelanjutan’. Dalam peringatan hari Air Tahun 2015, manusia dan keterkaitan air dengan pembangunan yang memadai, pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Pengairan Aceh, Ir. Syamsurizal. Dikatakannnya, peringatan hari air, jatuh pada setiap 22 Maret. Seminar yang dilaksanakan juga termasuk salah satu rangkaiannya. “Pengamatan secara histori bahwa kehidupan dan penghidupan manusia sangat tergantung pada ketersediaan air,” ungkapnya.

Adapun tujuan dari seminar ini, untuk memahami kondisi pengelolaan sumber daya Air. Serta berbagai konsepsi pengelolaan Sumber Daya Air yang dijalankan oleh pemerintah dan masyarakat, dapat terjaga kelestariannya dan berkelanjutan. “Sasaran yang kita capai tersosialisasinya berbagai kebijakan terkait pengelolaan sumber daya air, baik secara nasional maupun kebijakan Aceh serta mendapatkan berbagai masukan dan rumusan terjaminnya pemenuhan kebutuhan air sesuai dengan kuantitas dan kualitas untuk berbagai keperluan dan dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ir. Hartanto, Dipl, Sekretaris Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan sebagai salah seorang nara sumber mengatakan, undang-undang nomor 7 Tahun 2014 tentang sumber daya air memberikan arahan agar pengelolaan sumber daya air harus dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh. Namun, keberadaan undang-undang sumber daya air tersebut telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi dan memberlakukan kembali undang-undang nomor 11 Tahun 1974 tentang pengairan untuk mencegah kekosongan hukum hingga adanya pembentukan undang-undang baru.

Lain halnya dengan Ketua Eksekutif Kemitraan Air Indonesia, Dr. Ir. Moch. Amron, MSc, ia mengatakan keterbatasan air sebagai sumber daya memerlukan upaya-upaya perlindungan yang menyeluruh dari hulu ke hilir sebagai satu kesatuan ekosistem dan pengembangan. Sehingga, katanya, sumber daya air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, untuk itu, diperlukan satu konsep dan manajemen dalam pengelolaan dengan melibatkan seluruh potensi pelaku terpadu, menyeluruh dan terencana berdasarkan integrasi lintas sektor dari berbagai disiplin ilmu terkait.

Pada kesempatan itu, mantan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI, Ir. Erna Witoelar, M.Si, mengatakan, pengelolaan sumber daya air semakin hari semakin dihadapkan pada berbagai permasalahan, permasalahan umum dalam pengelolaan sumber daya air pada dasarnya terdiri dari tiga aspek, yaitu, kelebihan air yang menyebabkan bencana banjir, kekurangan air menyebabkan kekeringan dan pencemaran air yang menyebabkan penurunan kualitas. Sehingga, dapat terjadinya kerusakan pada daerah tangkapan air.

Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unyiah dan juga Pembantu Rektor III Unsyiah, Dr. Ir. Alfiansyah Julianur, mengatakan, pengelolaan air dimasa mendatang akan semakin kompleks, karena disamping menyangkut masalah-masalah yang bersifat fisik dan pembiayaan juga terdapat masalah konflik antar lembaga-lembaga serta masyarakat yang memanfaatkan sumber daya air.

Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Ir. Husaini Syamaun, MM, dalam makalah yang disampaikan Dedek Hadi S. Hut menyatakan bahwa tersedianya air yang handal adalah tersedianya air secara kuantitas yang cukup untuk berbagai kebutuhan dan secara kualitas yaitu tersedianya air yang dapat dipergunakan, sedangkan berkelanjutan dapat tersedia air secara terus menerus. Kecendrungan menurunnya kondisi sumber daya air baik secara kuantitas maupun kualitas mengharuskan kita semua sadar akan terbatasnya sumber daya air yang sangat vital tersebut. (Tim Redaksi/ MIMBARNews)

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32